BACA BERITA | JAKARTA-
Kekuatan maritim Indonesia resmi bertambah setelah kapal induk KRI Sriwijaya tiba dan bersandar di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara, pada Jumat 18 September 2026 kemarin. Kapal perang berukuran besar yang merupakan hibah dari Pemerintah Italia tersebut tampil megah saat memasuki wilayah perairan Ibu Kota.
Kapal ini menempuh perjalanan jarak jauh selama sekitar 25 hari setelah diberangkatkan dari Italia pada akhir Agustus lalu. Rute pelayaran mengarungi jarak sekitar 6.870 mil laut, melintasi Terusan Suez, Laut Merah, hingga menyeberangi Samudra Hindia sebelum akhirnya berlabuh dengan selamat di tanah air.
Spesifikasi dan Kemampuan Tempur
KRI Sriwijaya membawa spesifikasi teknis dan daya muat yang sangat signifikan untuk mendukung pangkalan maritim Indonesia:
Dimensi & Kecepatan: Memiliki panjang badan kapal mencapai sekitar 180 meter. Didukung oleh 4 mesin turbin gas, kapal ini mampu melaju hingga kecepatan maksimal 30 knot.
Daya Jelajah: Memiliki jangkauan operasional mencapai 7.000 mil laut pada kecepatan ekonomis.
Kapasitas Angkut: Mampu membawa sekitar 10 hingga 18 unit helikopter serta armada drone.
Akomodasi Personel: Mampu menampung hingga 830 personel tentara maupun tim medis dan relawan.
Fungsi Strategis dan Misi Kemanusiaan
Kehadiran KRI Sriwijaya tidak hanya difungsikan untuk operasi pertahanan militer belaka. Pemerintah menegaskan bahwa kapal induk ini dirancang untuk menjadi “pangkalan bergerak di laut” (floating base) yang akan sangat diandalkan dalam penanganan bencana alam serta operasi kemanfaatan publik di berbagai wilayah Nusantara.
Dengan kapasitas angkutnya yang masif, KRI Sriwijaya mampu memindahkan bantuan logistik skala besar, helikopter evakuasi, peralatan berat, serta ratusan personel penanggulangan bencana secara cepat ke wilayah-wilayah pesisir yang terisolasi. Langkah ini menjadi bagian penting dari komitmen TNI Angkatan Laut dalam memperkuat armada pertahanan sekaligus meningkatkan responsivitas tanggap darurat nasional. (001)













